Akhlak dan sikap
Religi Tagged Religi May 29th, 2008Meneladani Akhlak dan sikap Rasulullah SAW
MENELADANI AKHLAK RASULULLAH SAW UNTUK KUALITAS
HIDUP YANG LEBIH BAIK
Rasulullah SAW merupakan sosok manusia dengan pribadi
yang sangat agung, yang setiap gerak dan sikapnya penuh kebaikan dan kasih
sayang.
Rasulullah SAW adalah manusia yang secara fisik memiliki kesamaan sifat
kemanusiaan seperti manusia lainnya, sama juga seperti manusia yang hidup pada
saat ini. Memerlukan udara untuk bernafas, memerlukan makanan dan minuman untuk
melangsungkan hidup, juga memiliki syahwat dan kecenderungan terhadap lawan
jenis.
Yang membedakan Rasulullah SAW dengan manusia lainnya adalah keagungan budi
pekerti, keindahan ahlak, serta kelebihan yang Allah SWT berikan sehubungan
dengan tugasnya sebagai nabi dan rasul(mukjizat).
Pada saat Penulis berniat menulis tentang Rasulullah SAW ini, tiada niat
untuk menggurui siapapun apalagi merasa sudah berakhlak seperti Baginda Rasul,
hanya berkeinginan untuk mengajak dan memotivasi diri sendiri juga orang lain
untuk meneladani sifat dan berakhlak seperti Rasulullah SAW, karena Rasulullah
Muhammad SAW merupakan protitipe manusia dengan sifat-sifat yang
merepresentasikan sifat-sifat Allah SWT.
Jika kita renungkan lebih dalam, mengapa Allah SWT sampai mengutus
Rasulullah SAW, itu karena kasih sayang-Nya kepada manusia, supaya kita
mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Allah SWT menyayangi kita dengan
memberikan bimbingan kepada umat manusia melalui makhluk dari jenisnya
sendiri(manusia), sehingga tidak alasan bagi kita untuk tidak bisa
mencontohnya.
Sifat dan akhlak Rasulullah SAW begitu sempurna dan memenuhi semua yang
dibutuhkan oleh semua manusia, karena semua berasal dari Allah SWT yang
menciptakan manusia. Ibaratnya seorang insinyur yang menciptakan robot, dia
sangat tahu apa yang dibutuhkan oleh makhluk ciptaannya. Allah SWT
memerintahkan manusia untuk menyayangi dan mengasihi orang lain, karena sudah
fitrahnya setiap manusia ataupun makhluk lainnya ingin dikasihi dan disayangi.
Orang jahat sekalipun, dia ingin dikasihi orang lain. Oleh karena itu, Allah
SWT mengutus Rasulullah SAW dengan sifatnya yang sangat pemurah, penyayang dan
paling lemah lembut terhadap orang lain.
Setiap gerak, sikap dan sifat Rasulullah SAW sehari-hari merupakan teladan
yang sangat baik yang dibutuhkan setiap manusia dalam menjalankan hidup
sebaik-baiknya. Suatu sikap hidup yang disukai oleh makhluk-makhluk juga oleh
Sang Pencipta.
Saya akan menyajikan berbagai sikap dan contoh perilaku Rasulullah SAW yang
jika kita amalkan, insya Allah akan memperbaiki setiap sisi kehidupan kita.
Dimulai dari akhlak dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
1. Akhlak Rasulullah SAW dalam Kehidupan Pribadi
Akhlak Rasulullah SAW sebagai seorang manusia secara pribadi, dapat kita contoh
dalam kegiatan Beliau sehari-hari, mulai dari cara beliau tidur, makan, minum,
berjalan, tersenyum, berbicara, marah, tertawa, beribadah pada-Nya, dan lain
sebagainya.
1.1 Rasulullah SAW Tidur
Rasulullah SAW biasa tidur di awal malam, dan bangun di sepertiga malam
terakhir.
Selain itu, Rasul juga melarang kita untuk menceritakan mimpi yang jelek, dan
bersyukur kepada Allah SWT jika bermimpi indah, serta diperbolehkan untuk
menceritakannya kepada yang lain.
Hikmah:
Kebiasaan bangun di penghujung malam kemudian melaksanakan shalat malam,
memiliki efek positif terhadap tubuh dan pikiran manusia. Bagaimana tidak,
setelah seharian penat bekerja, disibukkan oleh berbagai kegiatan dan
tugas-tugas yang kadang membuat manusia stres, jiwa manusia memerlukan suatu
“refreshing”, penenangan, dan pemulihan semangat. Dengan bangun di penghujung
malam yang hening, di saat kebanyakan orang sedang terlelap tidur dan terbuai
di alam mimpinya, kita bangun untuk mendekatkan diri pada-Nya,
mengingat-Nya(dzikrullah) dan bermuhasabah(introspeksi diri).
Kebiasaan seperti ini akan membuat manusia selalu mawas diri dan menyadari akan
tugas hidupnya di dunia, segala tindakannya akan senantiasa terkendali, dan
akan selalu mendapatkan semangat hidup yang positif untuk memaknai sisa
hidupnya.
Sedangkan kebiasaan mensyukuri mimpi yang indah serta menceritakannya kepada
yang lain, adalah hal yang baik, karena dengan bersyukur menyebabkan manusia
berpikir positif dan mungkin akan menjadi sugesti yang baik bagi yang bersangkutan.
Sedangkan larangan untuk menceritakan mimpi yang tidak baik, bertujuan untuk
menghindari sugesti yang jelek yang menyebabkan berkurangnya produktifitas
orang yang bersangkutan, dikarenakan selalu dihantui oleh mimpi jeleknya.
1.2 Rasulullah SAW Makan dan Minum
Rasulullah SAW selalu memulai makan atau minum dengan membaca basmalah,
menggunakan tangan kanan. Beliau juga sangat memperhatikan kehalalan dan
kesederhanaan makanannya. Rasul hanya makan makanan yang dihalalkan oleh-Nya,
sedangkan kesederhanaan yang dimaksud di sini adalah dari segi jumlahnya,
Beliau tidak makan berlebihan; beliau makan di saat lapar dan berhenti sebelum
kenyang.
Hikmah:
Kebiasaan memulai makan atau minum dengan membaca basmalah, adalah salah satu
bentuk syukur kita atas semua rezeki dan nikmat yang Allah SWT berikan. Menjaga
kehalalan dan kesederhanaan makanan yang kita konsumsi, memiliki efek yang
sangat baik terhadap tubuh, karena makanan yang dihalalkan Allah SWT sudah
pasti memiliki kandungan-kandungan zat yang sangat baik untuk tubuh manusia,
begitupun dalam kesederhanaan jumlah makanan yang masuk ke tubuh, hal ini juga
akan berefek pada kerja organ-organ pencernaan.
1.3 Rasulullah SAW Tersenyum, dan Berbicara
Rasulullah SAW adalah seorang yang sangat mulia akhlaknya, manis sikapnya, dan
sangat terjaga ucapannya. Beliau selalu tersenyum dan menyapa siapa saja yang
dijumpainya. Beliau tidak berbicara kecuali yang penuh manfaat, dan
menganjurkan lebih baik diam daripada berbicara sia-sia. Cara berbicaranya
sangat tenang, sehingga ucapannya jelas, dan tujuannya yang ingin
disampaikannya pun bisa dimengerti oleh siapa saja yang menjadi pendengarnya.
Hikmah:
Sikap yang ramah dan murah senyum akan membuat orang lain senang, merasa aman,
dan jauh dari perasaan terancam. Dengan demikian, akan menumbuhkan serta
menguatkan tali silaturahmi.
Sedangkan kebiasaan untuk berbicara yang baik akan menghindarkan manusia
dari kecelakaan yang disebabkan oleh lisannya. Begitu juga dengan cara bicara
yang tenang dan jelas, akan membuat pesan yang ingin kita sampaikan dapat
dengan mudah diterima oleh orang yang kita maksud.
1.4 Rasulullah SAW Berjalan dan Bergaul
Rasulullah SAW selalu berjalan dengan sikap yang wajar dan optimis, tidak
bersikap sombong atau takabur di hadapan orang yang ditemuinya. Beliau selalu
mendahului untuk menyapa dan mengucapkan salam; jika ada orang yang menyapa
maka beliau akan berpaling dengan seluruh tubuhnya menghadap orang yang
menyapanya. Beliau juga sangat menjaga pandangan terhadap laki-laki maupun
perempuan. Rasul pun melarang berbaurnya laki-laki dan perempuan di jalanan.
Hikmah:
Sikap yang wajar dalam berjalan, serta memalingkan wajah dan seluruh badan
merupakan bentuk penghargaan terhadap orang lain, hal ini juga yang akan
menjauhkan manusia dari permusuhan, bahkan sebaliknya akan menumbuhkan tali
silaturahmi atau bahkan menguatkan ikatan yang sudah terjalin.
Kebiasaan menjaga pandangan, akan menyelamatkan manusia dari kecelakaan yang
bermula dari mata yang menyebabkan nafsu syahwat. Begitupun dengan larangan
berbaurnya laki-laki dan perempuan, hal ini akan menjauhkan dari perbuatan
maksiat, memuliakan wanita dari pelecehan dan kejahatan.
2. Akhlak Rasulullah SAW dalam Berkeluarga
2.1 Anjuran Rasulullah SAW untuk menyegerakan menikah
Menikah merupakan salah satu sunnah Rasul yang sesuai dengan fitrah manusia,
yaitu memiliki hasrat dan kecenderungan terhadap lawan jenis.
2.2. Rasulullah SAW Memperlakukan Isteri-Isterinya
Beliau adalah seorang suami yang sangat bertanggung jawab, menafkahi
isteri-isterinya, baik lahir maupun batin. Beliau sangat memuliakan isteri dan
anak-anak. Pernah suatu saat, salah seorang isterinya mau menaiki unta, beliau
berjongkok dan memberikan pahanya untuk dijadikan tumpuan oleh isterinya. Di
dalam kisah lain juga disebutkan, bahwa beliau melindungi wajah salah seorang
isterinya dengan kain sorban di siang hari yang sangat terik. Di dalam rumah
pun, beliau tidak pernah bersikap kasar jika ada hal yang tidak berkenan,
beliau memanggil isteri-isterinya dengan panggilan yang disukai dan senantiasa
penuh kelembutan.
Hikmah:
Dengan menikah, manusia akan memiliki media yang penyaluran hasrat seksual yang
lebih mulia daripada binatang, sah dan terhormat di hadapan Allah SWT dan
manusia lainnya, serta bisa menjauhkan diri dari pergaulan bebas yang menghinakan
diri dan keluarganya. Menikah dan berumah tangga juga merupakan sarana
pendewasaan manusia dalam hal berpikir dan bersikap, mereka terkena hak dan
kewajiban satu sama lain untuk saling memahami, saling mengasihi, mau berkorban
satu sama lain, dan saling menjaga amanat yang diembannya.
Menikah merupakan salah satu sarana ibadah yang sangat agung dan indah.
Pantaslah jika Rasul menganjurkan para pemuda untuk menikah di awal masa
mudanya(yang telah akil baligh) untuk menyegerakan menikah, karena di dalamnya
terdapat banyak kebaikan.
3. Akhlak Rasulullah SAW dalam Bermasyarakat
Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, tangannya ringan untuk
memberi dengan apa yang ada di sisinya. Beliau kadang berhutang, kemudian
membayarnya lebih besar dari hutangnya. Beliau juga membeli sesuatu tanpa
menawar kemudian memberikannya pada penjualnya. Rasul juga sering menerima
hadiah kemudian membalasnya dengan yang lebih banyak dan lebih baik.
Hikmah:
Kebiasaan memberi atau berkorban untuk orang lain, akan menjauhkan manusia dari
sifat-sifat tercela(egois, tamak, kikir, dsb). Orang yang pemurah, pengasih
akan senantiasa memikirkan kebaikan untuk orang lain, dan menjauhi hal-hal yang
akan merugikan orang lain, misalnya: penyalah gunaan jabatan untuk kepentingan pribadinya,
korupsi (mengambil hak orang lain).
4. Kepemimpinan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW adalah seorang pemimpin yang demokratis, selalu mengutamakan
musyawarah dalam kepemimpinannya. Jika ada pendapat dari seseorang yang beliau
anggap benar, maka beliau akan mengamalkannya.
Sikap Rasul yang demokratis ini merupakan salah satu kunci keberhasilannya
dalam memimpin umat. Beliau sangat bijaksana, tetap pemaaf dan lemah lembut
menyikapi segala perbedaan.
Rasul juga seorang panglima perang yang berani, beliau selalu ada di barisan
paling depan pada setiap pertempuran.
Hikmah:
Perbedaan merupakan salah satu fitrah kehidupan, yang terpenting adalah
bagaimana sikap kita dalam menghadapinya. Cara terbaik untuk menyikapi
perbedaan itu adalah dengan bermusyawarah. Jabatan sebagai pemimpin bukan
berarti menghalangi manusia untuk menerima kebenaran dari siapapun, termasuk
dari bawahannya sekalipun.
Sedangkan jiwa patriotis dari seorang pemimpin bisa menjadi motvasi yang
sangat kuat bagi pengikutnya untuk mencontoh dan melakukan hal yang sama dengan
pemimpinnya. Hal inilah yang akan membuat suatu negara menjadi kuat.
5. Akhlak Rasulullah SAW dalam Perekonomian
Rasulullah SAW adalah salah satu contoh seorang enterpreneur. Di awal masa
remajanya, Beliau telah ikut pamannya berdagang ke negeri Syam. Akhlak Rasul
dalam berdagang dan menjalankan bisnisnya adalah selalu berusaha memuaskan
mitra bisnisnya, senantiasa jujur dan adil. Sehingga mitra bisnis tidak pernah
mengeluh dan kecewa.
Hikmah:
Dengan memiliki etos kerja yang tinggi, manusia akan terhindar dari kemiskinan
dan kekurangan materi, hal ini karena setiap manusia itu sebenarnya sudah
memiliki jatah rezeki masing-masing, tinggal bagaimana usaha mereka dalam
menjemput rezeki yang sudah disediakan oleh-Nya. Jiwa enterpreneur/wirausaha
membuat manusia tidak menggantungkan nasibnya pada orang lain. Dia bisa
menciptakan lapangan kerja sendiri, tanpa meminta kepada orang lain untuk
mempekerjakannya. Wirausaha membuat orang terbiasa untuk memberi, bukan
meminta. Akhlak yang baik terhadap rekan bisnis pun sangatlah penting, karena
hal ini akan menentukan kelangsungan hidup perusahaan dan melanggengkan kerja
sama yang saling menguntungkan.
Masih banyak contoh akhlak Rasulullah SAW yang harus kita tahu dan kita
terapkan dalam kehidupan kita.
Akhir kata, masih banyak kekurangan dan hal-hal yang harus penulis perbaiki,
dan semoga kita sama-sama bisa terus memperbaiki diri. Semoga tulisan ini bisa
menjadi motivator untuk kita semua, memperbaiki diri, dimulai dari diri
sendiri, dari hal kecil dan dari saat ini, dengan menjadikan Rasulullah SAW
sebagai sosok rujukan. Semoga sisa hidup kita lebih baik, dan kembali pada-Nya
dalam keadaan khusnul khatimah.
Wassalamualaikum Wr.Wb
Sumber diambil dari : http://littlebee.blogsome.com/2006/05/15/dalam-rangka-maulid-nabi/